Ketika diri terasa hampa, jiwapun mulai terasa dahaga akan cahaya, ia mendekat tuk datangkan sinar terangi jiwa kita.
Kalaulah memang itulah yang manusia keluhkan dan rasakan, maka ketenangan lah yang mereka tunggu.
Ia mampu jernihkan keruhnya hatimu, ia mampu tenangkan acuhnya fikiranmu, ia mampu ramaikan dirimu dengan senandung kedamaian, ia mampu menyinari dirimu dengan cahaya ridho sang Pencipta alam.
Ramadhan hadir tuk hidangkan ribuan berkah dan ampunan, Ramadhan hadir beserta seluruh bonus pahala kebaikan yang bertebaran, Ramadhan juga hadir bawakan kita seribu kebahagiaaan yang tak pernah kita bayangkan.
Jika manusia bahagia akan kebahagiaan hidup yang real dan nyata, apakah mereka akan begitu pula dalam dunia kedua?
Jika manusia sangat suka terhadap bonus pulsa, gajih dan rupa, apakah mereka akan suka terhadap bonus ampunan yang diberikannya?
Mungkin bila kita ditanya, mulut kita akan serempak mejawab "belum tentu, belum pasti, atau malah tidak"
Kadang kita hidup bersama dengan ribuan hal metafisik yang tak dapat kita lihat dan rasakan, malaikat, Tuhan, pahala, maupun dosa. Bila manusia saja mampu menawarkan ribuan bonus pulsa dan milyaran uang ribuan. Maka tak menutup kemungkinan bahwa Tuhan kan limpahkan nikmat bonus ampunan dan rahmat-Nya saat bulan Ramadhan.
"Keindahan perhiasan hidup saja tak terlihat mempesona, saat dirimu tak merasa bahagia. Siapkan diri sambut bulan nan suci, Tatalah hati menuju kemenangan yang haqiqi"

Tidak ada komentar:
Posting Komentar