Layaknya pertumbuhan bunga mawar yang diiringi dengan siraman air sehingga tumbuh dari kuncup menjadi bunga dan selanjutnya layu lalu mati pada akhirnya, inilah satu gambaran yang dapat kita ambil untuk mentashbihkan kehidupan manusia yang juga melalui siklus itu. Manusia juga tumbuh dari kecil hingga dewasa dengan disaingi oleh siraman rohani berupa nasehat serta pengetahuan dan siraman jasmani yang berupa makanan juga minuman, manusia juga tumbuh dari kecil menjadi dewasa dan selanjutnya bertahan di masa tua lalu meninggal pada akhirnya. Sama bukan?
Kalaulah kita menanam bunga Minggu kemarin, tanpa terasa hari ini sudah mekar dan indah warnanya. Kalaulah kita masuk sekolah SD pada beberapa tahun yang lalu, tanpa terasa hari ini sudah dewasa dan indah pada waktunya.
Pastinya kita mengetahui dan merasakan bilamana masa kecil, masa bodoh, dan masa menanam itu semuanya sebentar dan terasa sangat sebentar. Bukankah begitu?
Lalu apakah masa dewasa, masa kejayaan, masa keindahan, dan masa menuai itu lama?
Tidak, tidak, dan tidak. Itu adalah jawabannya
Bunga mawar yang tadinya mekar dengan segala keindahannya akan bertahan begitu-begitu saja lalu mati pada akhirnya. Manusia pun pada umur 30 ia takkan berkembang, takkan bertambah kuat fisiknya, dan hanya bisa bertahan begitu-begitu saja lalu meninggal pada akhirnya.
"Maka sebelum kita merasakan bahwa segalanya itu sebentar, marilah kita ketahui dahulu bahwa segalanya itu sebentar"
Wahai manusia jikalau hidupmu terasa bahagia, luang, sehat, dan sentosa. Janganlah engkau terlena karenanya. Sesungguhnya segalanya itu hanya sementara dan titipan saja.
عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنْ النَّاسِ الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ
Dari Ibnu Abbas, Nabi bersabda: “Dua kenikmatan, kebanyakan manusia tertipu pada keduanya, (yaitu) kesehatan dan waktu luang”. [HR Bukhari]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar