Betapa Pentingnya Muraja’ah…

Murajaah Betapa Pentingnya Muraja’ah… forget…? Sebagai pelajar, mahasiswa dan (terlebih) penuntut ilmu syar’i yang telah banyak...

Rabu, 01 Maret 2017

Menjadi Insani Yang Sempurna

Ingin dipandang sempurna,perfect,dan serba benar adalah sifat manusia yang tak bisa dihindarkan dari dalam benaknya. Kita pun juga begitu kan,yaitu karena kita juga seorang manusia. Kemauan ini tidak ada salahnya,tidak ada buruknya,dan baik. Manusia ingin memiliki sifat sempurna ialah guna membentuk relasi yang baik antara satu sama lainnya,karena semua manusia dan bahkan orang jahat pada dasarnya ingin dipandang baik. Tapi sifat sempurna itu selalu hanya jadi cita-cita dan keinginan manusia belaka,padahal Allah menciptakan manusia sebagai makhluk ciptaan-Nya yang sempurna. 

Bila saja ada bagaimanapun,dan apapun cara menjadi manusia sempurna,seluruh manusia akan melakukannya. Kita pun yang berlaku sebagai manusia pasti merasa mempunyai banyak kurangan,entah itu mengenai fisik,akademik,dan sebagainya. Padahal sudah sangat sering kita mendengar dalil-dalil Al-Qur'an yang menyatakan bahwa manusia adalah makhluk yang sempurna,sepertihalnya dalam surat At-Tin ayat 4,yang artinya: 

"Sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dalam bentuk sebaik-baiknya"


 Tetapi kita masih merasakan bahwa kita ini selalu kurang,bodoh,jelek,cacat,dan sebagainya. Nah lalu apa kah arti kata sempurna dalam ayat itu? Apakah Allah bohong kepada makhluknya? Tentu tidak jawabannya. 

Dia adalah Allah SWT sang kholik/pencipta,dan kita adalah makhluk/ciptaannya. Nah mari kita telaah lebih dalam kata sempurna untuk Allah dan untuk makhluknya.

Disini telah jelas bahwa Allah mempunyai sifat sempurna tanpa cacat dan kekurangan, karena dia adalah sang pencipta,Tuhan,dan yang mempunyai segala sesuatu,seperti yang dikatakan dalam surat Al-Baqarah ayat 255, yang artinya:

"Allah tidak ada Tuhan selain Dia lagi kekal dan hidup terus-menerus mengurus makhluk-Nya,tidak mengantuk dan tidak tidur"

Selanjutnya kita pelajari tentang manusia. Manusia itu ngantuk,tidur,makan,nafsu,tua,meninggal,dan tidak kekal. Dari sini kita ketahui bahwa manusia mempunyai banyak kekurangan dan cacat. Tapi tunggu dulu,coba fikirkan sejenak hal-hal berikut:
  • Kholik kekal,sedangkan makhluk tidak kekal.
  • Kholik sempura,sedangkan makhluk tidak sempurna.
  • Kholik tidak ngantuk,dan tidur,sedangkan makhluk ngantuk,dan tidur.
Setelah anda fikirkan,mari kita jawab pertanyaan berikut:
  • Apakah sama antara makhluk dan Kholik?
  • Lalu apakah berbeda antara makhluk dan Kholik?
Nah setelah anda mampu menjawab itu semua,inilah jawaban bahwa manusia itu sempurna: Ketika manusia itu mempunyai kekurangan berarti ia memenuhi kriteria makhluk,dan karena ia telah memenuhi kriteria makhluk berarti dia sempurna menjadi manusia atau makhluk seutuhnya. Dan jika manusia itu tidak memiliki kekurangan,bahkan ia tidak tidur dan mampu hidup tanpa makan,berarti ia tidak sempurna menjadi manusia seutuhnya karena syarat menjadi manusia atau makhluk adalah mempunyai kekurangan. 

Maka dari itu sejatinya seluruh manusia itu sempurna,dan sesungguhnya "KEKURANGANMU ADALAH BAGIAN DARI KESEMPURNAANMU"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar