Cucuran air keringat mengalir deras dari seorang berbaju kusam yang berusaha mengangkat barang dagangan di pundaknya,ia pindahkan barang dagangannya dari lokasi gunung hingga lerengnya guna tuk jajakan barang dagangannya,ia pergi pagi pulang petang membawa hasil yang berupa beberapa rupiah saja,ia ikhlas bekerja demikian demi tuk cukupkan keperluan keluarga tercintanya,ia hidup dalam ranah kesederhanaan dan tak pernah ia keluahkan rasa pegal dan pusing saat menanam dan menuai hasil kerjanya. Mungkin selalu ada keperluan yang tak dapat tercukupi,namun itu tak jadi masalah karena masih mensyukuri nikmat-Nya yang diberi.
Wanginya parfum bermerek tercium dari sosok manusia ber jas hitam dan berpangkat atasan,ia berangkat pagi pulang petang tuk program yang selalu ia jalankan demi berjalannya roda perusahaan ataupun rakyat yang diatasinya,ia ikhlas bekerja demikian sampai meluaplah kebutuhan hidup mewah yang disandangnya. Ia tertuntut untuk memenuhi kemauan nafsu yang selalu bertambah dan bertambah,hasil kerja yang banyak itupun tak lagi dapat disyukurinya karena tak mampu penuhi kebtuhan nafsu belaka,dan akhirnya pun ia halalkan segala cara tuk penuhi kebutuhan berlebihan itu. Ia telan hak-hak orang kecil,ia makan hak bersama demi kepentingan nafsu keluarganya. Sehingga buta,dan tuli terhadap hukum dan dosa.
Dua manusia diatas tidak ada bedanya,sama-sama bekerja,sama-sama berusaha,dan sama-sama memiliki keluarga. Meskipun orang pertama berpenghasilan cukup,ia syukuri. Dan meskipun orang kedua berpenghasilan lebih,ia ingkari. Rasulullah menganjurkan hidup sederhana tuk jaga diri dari ancaman nafsu syaitan yang murka. Karena harta,dan segala sesuatu berupa niaga mampu butakan kita.
"Sebenarnya bukan mata itu yang buta,karena ia tau bahwa itu adalah hak orang lain dan haram tuk memakannya. Tapi yang buta ialah hati yang ada di dalam dada"
Wanginya parfum bermerek tercium dari sosok manusia ber jas hitam dan berpangkat atasan,ia berangkat pagi pulang petang tuk program yang selalu ia jalankan demi berjalannya roda perusahaan ataupun rakyat yang diatasinya,ia ikhlas bekerja demikian sampai meluaplah kebutuhan hidup mewah yang disandangnya. Ia tertuntut untuk memenuhi kemauan nafsu yang selalu bertambah dan bertambah,hasil kerja yang banyak itupun tak lagi dapat disyukurinya karena tak mampu penuhi kebtuhan nafsu belaka,dan akhirnya pun ia halalkan segala cara tuk penuhi kebutuhan berlebihan itu. Ia telan hak-hak orang kecil,ia makan hak bersama demi kepentingan nafsu keluarganya. Sehingga buta,dan tuli terhadap hukum dan dosa.
Dua manusia diatas tidak ada bedanya,sama-sama bekerja,sama-sama berusaha,dan sama-sama memiliki keluarga. Meskipun orang pertama berpenghasilan cukup,ia syukuri. Dan meskipun orang kedua berpenghasilan lebih,ia ingkari. Rasulullah menganjurkan hidup sederhana tuk jaga diri dari ancaman nafsu syaitan yang murka. Karena harta,dan segala sesuatu berupa niaga mampu butakan kita. "Sebenarnya bukan mata itu yang buta,karena ia tau bahwa itu adalah hak orang lain dan haram tuk memakannya. Tapi yang buta ialah hati yang ada di dalam dada"
أَفَلَمْ يَسِيرُوا فِي الأرْضِ فَتَكُونَ لَهُمْ قُلُوبٌ يَعْقِلُونَ بِهَا أَوْ آذَانٌ يَسْمَعُونَ بِهَا فَإِنَّهَا لا تَعْمَى الأبْصَارُ وَلَكِنْ تَعْمَى الْقُلُوبُ الَّتِي فِي الصُّدُورِ
Maka tidak pernahkah mereka berjalan di bumi, sehingga hati (akal) mereka dapat memahami, telinga mereka dapat mendengar? Sebenarnya bukan mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang di dalam dada (Al-hajj:46)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar