Cara Mengaji dan menghafal Al-Quran Mudah ala BCL? Apa maksudnya? Belajar menghafal Al-Quran dengan Bunga Citra Lestari? Oh, bukan. Itu istilah saya agar Anda penasaran, terus terpacu dan pantang menyerah serta jatuh cinta belajar mengaji dan menghafal Al-Quran.
Berikut ini penjelasan dari BCL.
B adalah kepanjangan dari believe, berdzikir dan berdoa.
B adalah kepanjangan dari believe, berdzikir dan berdoa.
Menghafal tanpa Murajaah LAKSANA Berjalan dengan kaki yang piincang
Nomer 1, B dalam arti believe yaitu percaya dan yakin. Kita harus yakin kalau Al-Quran mudah dihafal sebagaimana Allah SwT katakan dalam surat Al-Qomar 54 ayat 17, 22, 32 dan 40. Artinya: Sungguh telah Aku mudahkan Al-Quran untuk dipelajari, maka siapa yang akan mengambil pelajaran. Para ulama mengatakan: maksud dari Al-Quran mudah dipelajari adalah kemudahan manusia untuk belajar membaca, mentadabburi, menghafalkan, mengamalkan dan mendakwahkan Al-Quran. Apalagi sampai Allah SwT mengulang 4x dalam satu surat Al-Qomar, menunjukkan penegasan bahkan diawali dengan kata-kata SUNGGUH. Mukjizat yang tidak dimiliki oleh kitab sucin lainnya.
Nomer 2, B dalam arti believe yaitu percaya dan yakin. Kita harus yakin bahwa kita bisa menghafal karena telah ribuan bahkan jutaan muslim sejak zaman Nabi, Sahabat dan generasi setelahnya sampai saat ini yang mampu menghafal Al-Quran. Tua-muda/balita, laki-perempuan, sehat ataupun sakit/cacat, tidak menghalangi muslim pecinta Al-Quran untuk menghafal Al-Quran. Kalau orang lain bisa, mengapa kita tidak? Kalau yang sibuk, punya banyak anak bisa menghafal Al-Quran, mengapa kita tidak? Mana bukti cinta kita kepada Al-Quran? Mukjizat yang tidak dimiliki oleh kitab sucin lainnya.
Nomer 3, B dalam arti banyak berdzikir, sering-sering ingat/menyebut nama-nama Allah, sifat-sifat Allah. Allah berfirman: “Berdzikirlah yang banyak agar kalian beruntung” (Al-Ahzab 41). Berarti, sering berdzikir akan membuat kita beruntung atau sukses. Memperbanyak membaca istighfar, tahmid, tasbih, tahlil, hauqolah, hasbunallah dan lain-lain akan membuat hati kita bersih, hati tenang karena ikhlas dan tawakkal. Saat hati bersih dan tenang inilah, kegiatan mengaji dan menghafal Al-Quran yang bagi sebaian sulit akan menjadi mudah bagi kita. Dalam firman yang lain: “Ingatlah kepadaKU, Aku akan ingat kepadamu (QS Al-Baqarah 152).
Nomer 4, B dalam arti banyak berdoa. Doa adalah senjata orang mukmin. Untuk bisa mengaji dan menghafal Al-Quran dengan mudah, kita harus sering-sering berdoa. Bukankah Allah juga berfirman: “Mintalah kepadaKu, akan kupenuhi permintaanmu….. (Al-Baqarah 186). Doa harus sering, istiqomah, rendah hati, khusyuk, pada saat-saat yang mustajab, di tempat-tempat mustajab. Saat mustajab untuk berdoa adalah di saat sebelum salam selesai membaca shalawat (dibaca dalam hati), selesai shalat, saat dalam keadaan sakit, saat di perjalanan, di waktu hujan deras. Sedangkan tempat yang mustajab untuk berdoa adalah di masjid, di tanah suci Mekkah Medinah seperti di Multazam, Raudhah dll.
Saya sering berdoa: “Ya Allah, jadikan kami sekeluarga penghafal, pengamal dan pendakwah Al-Quran. Atau Anda bisa membaca doa yang sering kita baca selesai belajar mengaji dan menghafal Al-Quran:
اَللهُمَّ ارْحَمْنِىْ بِالْقُرْآنِ. وَاجْعَلْهُ لِىْ اِمَامًا وَنُوْرًا وَّهُدًى وَّرَحْمَةً. اَللهُمَّ ذَكِّرْنِىْ مِنْهُ مَانَسِيْتُ وَعَلِّمْنِىْ مِنْهُ مَاجَهِلْتُ. وَارْزُقْنِىْ تِلاَ وَتَه آنَآءَ اللَّيْلِ وَاَطْرَافَ النَّهَارٍ. وَاجْعَلْهُ لِىْ حُجَّةً يَارَبَّ الْعَالَمِيْنَ.
Artinya :
“Ya Allah, rahmati / kasih sayangi aku dengan Al-Quran yang mulia ini, jadikanlah ia bagiku pemimpin, cahaya, petunjuk dan rahmat/kebaikan. Ya Allah, ingatkanlah apa yang telah aku lupa dan ajarkan kepadaku apa yang tidak aku ketahui darinya. Berilah rizki / kemudahan padaku untuk membacanya pada sebagian malam dan siang. Jadikanlah ia hujjah (syafaat) yang kuat bagiku, wahai Rabb seru sekalian alam.”
“Ya Allah, rahmati / kasih sayangi aku dengan Al-Quran yang mulia ini, jadikanlah ia bagiku pemimpin, cahaya, petunjuk dan rahmat/kebaikan. Ya Allah, ingatkanlah apa yang telah aku lupa dan ajarkan kepadaku apa yang tidak aku ketahui darinya. Berilah rizki / kemudahan padaku untuk membacanya pada sebagian malam dan siang. Jadikanlah ia hujjah (syafaat) yang kuat bagiku, wahai Rabb seru sekalian alam.”
Coba perhatikan dan renungkan arti doa tersebut. Sangat indah, dalam dan istimewa. Super top pokoknya. Bila Anda memiliki doa-doa lain, silakan dibaca untuk menguatkan hati kita.
Nomer 5, B dalam arti banyak minta didoakan kepada orang-orang terdekat kita. Kita minta doa kepada orang tua kita, guru-guru ngaji kita, kepada para ustadz/kyai/ulama, kepada pasangan kita (suami/istri), anak-anak kita maupun siapa saja yang pantas kita minta doa. Minta didoakan kepada seseorang boleh. Yang dilarang adalah minta doa kepada orang yang sudah mati, kepada kuburan dan sejenisnya karena hukumnya syirik.
Berikutnya adalah C yang berarti CREATIVE.
Ya, mengaji dan menghafal Al-Quran perlu metode belajar yang kreatif agar terasa mudah, asyik dan tidak membosankan. Metode kreatif yang kami ajarkan adalah metode MASTER atau Menghafal Al-Quran Semudah Tersenyum. Metode ini terdiri dari 5 langkah yang kami singkat menjadi FIRMA.
F adalah Fun Atmosphere, belajar mengaji dan menghafal Al-Quran harus dalam suasana menyenangkan, santai. Tidak dalam keadaan tertekan dan tegang. Penelitian menunjukkan, belajar dalam keadaan tenang dan santai lebih mudah meresap di otak dan hati.
I adalah Imagination. Kita belajar mengaji dan menghafal Al-Quran ini dengan menggunakan lebih banyak otak kanan (daya khayal/imajinasi/membayangkan). Kita membayangkan arti cerita pada ayat-ayat yang kita baca, itu lebih menguatkan hafalan.
R adalah Repetition atau muraja’ah atau pengulangan. Ini adalah teknik paling lama dan utama dalam mengaji dan menghafal Al-Quran. Ada ulama yang mengatakan bahwa menghafal Al-Quran hukumnya fardhu kifayah sedangkan pengulangan hafalan (muraja’ah) hukumnya fardhu ‘ain alias lebih ditekankan agar hafalan menjadi mutqin (sempurna).
M adalah Mind Mapping. Dalam mengaji dan menghafal Al-Quran, bila kita memperhatikan ayat-ayatnya ternyata terdapat beberapa pokok pikiran / frase yang dalam beberapa ayat bisa dikelompokkan pada satu frase. Kalau sudah terbiasa, akan terasa asyiknya membaca peta konsep yang dibuat Allah SwT terhadap Al-Quran yang mulia ini.
A adalah Anchoring atau teknik kaitan. Hal ini mirip dengan imajinasi dimana bila kita sudah bisa mengaitkan antara ayat satu dan seterusnya dan membayangkannya, kita secara tidak sadar (nantinya) akan bisa menghafal tidak hanya dari ayat paling atas ke bawah tapi juga bisa dari ayat paling bawah/akhir ke paling atas/awal. Misalnya kita bisa menghafal Surat Yasin dari ayat 83-1, Surat Al-Mulk dari ayat 30-1. Asyik kan?
Sekarang kita beralih ke huruf C saat menghafal / muraja’ah.
C dalam arti creative menghafal dan muraja’ah / pengulangan. Teknik yang dipakai adalah teknik DSLR (kayak model kamera saja….. ya ini cara creative untuk muraja’ah).
C dalam arti creative menghafal dan muraja’ah / pengulangan. Teknik yang dipakai adalah teknik DSLR (kayak model kamera saja….. ya ini cara creative untuk muraja’ah).
DS adalah: melakukan hafalan / muraja’ah DS, di Saat Shalat. Ayat-ayat yang baru dihafal, langsung dipraktekkan saat shalat baik shalat wajib maupun sunnah (qobliyah, ba’diyah, dhuha, tahajud, witir). Semakin sering praktek, tentu semakin baik. Practice makes precise.
DL adalah: melakukan hafalan / muraja’ah DL, di saat Di Luar shalat/rumah. Kegiatan kita seringnya adalah di perjalanan, antri menunggu sesuatu. Waktu-waktu di jalan dan menunggu tadi harus dimanfaatkan secara kreatif dengan menambah hafalan atau muraja’ah. Di saat jalanan macet, lampu merah, antri di ATM/belanja, sambil olah raga, selingi dengan menambah hafalan dan muraja’ah. Isi waktu luang kita dengan kegiatan yang bernilai pahala dan penuh ilmu ini.
DR adalah melakukan hafalan / muraja’ah DR, Di Rumah. Kegiatan di rumah yang bisa kita selingi untuk hafaln dan muraja’ah ada beberapa diantaranya: sambil menjaga si kecil, menyapu, menyetrika, nonton tv / santai-santai. Prioritaskan mengaji dan menghafal Al-Quran agar hidup kita penuh keberkahan.
Kegiatan kreatif lainnya adalah memanfaat teknologi. Manfaatkan tape, radio, cd/dvd player, mp3, handphone untuk pembacaan murottal atau merekam hafalan kita.
Huruf terakhir dari BCL adalah L yang berarti Love atau CINTA.
Pada saat kita mencintai sesuatu, apapun akan kita lakukan demi menggapai cinta itu. Inilah beberapa ciri-ciri bila seseorang mencintai sesuatu:
– selalu ingin ketemu atau kangen bin rindu
– tidak bosan-bosan memandang wajahnya dan mendengar namanya
– setia sampai kapanpun, ditunggu walaupun belum pasti kedatangannya
– bila disebut namanya, hatinya bergetar-getar, berbunga-bunga
– memberikan perhatian sepenuhnya (memberikan yang terbaik, memprioritaskan)
– rela berkorban dengan apapun
– ikhlas bila disuruh-suruh
– dan lain-lain
– selalu ingin ketemu atau kangen bin rindu
– tidak bosan-bosan memandang wajahnya dan mendengar namanya
– setia sampai kapanpun, ditunggu walaupun belum pasti kedatangannya
– bila disebut namanya, hatinya bergetar-getar, berbunga-bunga
– memberikan perhatian sepenuhnya (memberikan yang terbaik, memprioritaskan)
– rela berkorban dengan apapun
– ikhlas bila disuruh-suruh
– dan lain-lain
Nah, bila terhadap sesuatu/seseorang saja sikapnya bisa seperti itu untuk menunjukkan cinta yang asli, lalu bagaimana sikap kita terhadap Al-Quran selama ini?
– Apakah kita selalu rindu pengin ketemu? Berapa persen perasaan rindu kita terhadap Al-Quran?
– Apakah kita tidak bosan membaca dan mendengarnya? Berapa persen ketidakbosanan kita?
– Apakah kita setia sampai kapan pun, tidak hafal2 tetap berusaha dan pantang menyerah atau malah putus asa?
– Bila disebut Al-Quran atau dibacakan ayat-ayatnya, bagaimana perasaan kita? Biasa atau gemetar? Tahu artinya atau tidak? Allah sedang mengatakan sesuatu yang penting atau biasa saja?
– Apakah kita memberikan perhatian penuh dan memprioriaskan dalam mempelajari Al-Quran?
– Apakah kita rela mengorbankan apapun dalam mempelajari Al-Quran?
– Apakah kita ikhlas melaksanakan apa yang tercantum dalam Al-Quran? Siapkah kita masuk Islam secara kaffah?
– Apakah kita selalu rindu pengin ketemu? Berapa persen perasaan rindu kita terhadap Al-Quran?
– Apakah kita tidak bosan membaca dan mendengarnya? Berapa persen ketidakbosanan kita?
– Apakah kita setia sampai kapan pun, tidak hafal2 tetap berusaha dan pantang menyerah atau malah putus asa?
– Bila disebut Al-Quran atau dibacakan ayat-ayatnya, bagaimana perasaan kita? Biasa atau gemetar? Tahu artinya atau tidak? Allah sedang mengatakan sesuatu yang penting atau biasa saja?
– Apakah kita memberikan perhatian penuh dan memprioriaskan dalam mempelajari Al-Quran?
– Apakah kita rela mengorbankan apapun dalam mempelajari Al-Quran?
– Apakah kita ikhlas melaksanakan apa yang tercantum dalam Al-Quran? Siapkah kita masuk Islam secara kaffah?
Berapa persen perasaan-perasaaan tersebut ada pada diri kita? Semakin tinggi perasaan cinta kita, biasanya akan lebih mudah dalam mengaji dan menghafal Al-Quran. Perasaan cinta harus diupayakan. Sebagaimana Iman, kadang naik dan kadang turun. Maka mari kita sering berdoa agar Allah menumbuhkan cinta yang didasari Iman kepada Al-Quran yang mulia, yang pembacanya akan hidup mulia di dunia dan di akhirat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar