Layaknya makhluk lainnya manusia mempunyai indra,fikiran,dan akal. Namun hanya saja manusia tercipta lebih sempurna dan mempunyai kemampuan lebih beragam. Hakikat manusia yang tercipta dari segumpal tetesan air suci dapat berkemampuan tumbuh untuk menjadi seribu sifat dan kepribadian. Sumber air yang sama pun kadang tak dapat melahirkan manusia yag bersifat sama,karena pada dasarnya sosok sifat,kepribadian,dan akal manusia terbentuk atas tumpuhan pengalaman dan lingkungan yang ada di sekitarnya. "Malu" adalah rasa,kepribadian,dan suatu sifat yang ada pada diri setiap manusia. Sifat ini pasti dan mutlak dimiliki setiap individu manusia,hanya saja kadar,dan banyak sedikitnya rasa tersebut dapat berbeda-beda.Orang yang malu kadang terpandang sebagai manusia yang terbelakang,orang yang malu kadang terlihat cupu dan tak berkarisma.
Tetapi banyak juga aspek yang berhak mendeklarasikan bahwa sifat malu itu mulia,baik,bahkan layak dicontoh dan ditiru. Bahkan seluruh aspek ini mengandung banyak manfaat,kebaikan,dan kemuliaan. Namun kadang dan seringkali kita melupakan,dan menyampingkan banyak bahkan keseluruhan partikel aspek tersebut.
Misal dan sebagian kecil dari aspek yang sering kita remehkan,namun akan sangat berpengaruh pada kehidupan kita kedepannya adalah:
- Malu berbuat curang,salah,dan dosa meski tak terlihat oleh manusia.
- Malu membuka aib,keburukan,dan kekurangan orang lain meski kadang itu semua terlihat lucu saat menjadi bahan omongan.
- Malu jika kita sebagai umat beragama,namun hanya numpang nama dan tak melakukan kewajiban meskipun kewajiban tersebut takkan ditagih di dunia saat ini.
Masihkah anda menilai bahwa sifat malu itu terbelakang?
Apabila anda masih merasa seperti itu,maka bacalah pesan ini berulang-ulang,dan jadilah orang yang berani malu untuk kedepannya.
عَنْ سَالِمِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - مَرَّ عَلَى رَجُلٍ مِنَ الأَنْصَارِ وَهُوَ يَعِظُ أَخَاهُ فِى الْحَيَاءِ ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - دَعْهُ فَإِنَّ الْحَيَاءَ مِنَ الإِيمَانِ
Dari Salim bin Abdullah, dari ayahnya, ia berkata, "Rasulullah SAW lewat di hadapan seorang Ansar yang sedang mencela saudaranya karena saudaranya pemalu. Maka Rasulullah SAW bersabda, 'Biarkan dia! Sesungguhnya malu itu sebagian dari iman.'"

Tidak ada komentar:
Posting Komentar