Betapa Pentingnya Muraja’ah…

Murajaah Betapa Pentingnya Muraja’ah… forget…? Sebagai pelajar, mahasiswa dan (terlebih) penuntut ilmu syar’i yang telah banyak...

Rabu, 01 Maret 2017

Mengetahui Makna MACET dalam HAFALAN QURAN dan Cara Mengatasinya

‘macet’ adalah kondisi lupa ketika kita memurajah hafalan dan betul-betul ‘blank’ dan tidak bisa melanjutkan lagi. Bila menghafal secara konvensional kondisi macet ini sering terjadi karena ayat yang dibaca sangat tergantung dengan ayat yang sebelumnya.

Pada intinya ini hanya sebuah metoda/teknik Ada bermacam-macam teknik menghafal yang ada. .. Kecocokan sebuah teknik tergantung pula pada personality dan kondisi setiap individu. Tetapi yang penting kita menghafal Al Qur’an. Begitu bukan ukhtii ?
Teknik yang saya kembangkan adalah gabungan antara menghafal dan teori optimalisasi fungsi mengingat pada otak yang saya dapat dari Quantum Learning. Teknik ini mempunyai beberapa manfaat :
1. Setelah sekian lama bermurajaah, maka kita akan hafal nomor ayat dari surat yang kita hafalkan. Bonus yang sangat berharga bagi yang yang sering diminta ceramah / menulis
2. Dengan pengelompokan berdasarkan 5 jari (untuk ayat-ayat panjang seperti al Baqarah misalnya) dan 10 jari (ayat-ayat pendek dan sedang) maka kita memiliki control yang baik pada hafalan. Kalaupun kita lupa sebuah ayat, minimal kita akan masih bisa meneruskan murajaah –dengan sedikit lompat ayat- karena biasanya ayat 1,11,21,31, dst dan 6,16, 26. 36 dst adalah ayat-ayat yang lebih hafal dari ayat yang lain.
3. Menanggulangi error menyeberang ke surat lain ketika sampai pada ayat yang sama bunyinya . Misalnya: surat Ash Shaffat : 17 bunyinya sama dengan Al Waqiah::48. Ashhafat :17 jatuh pada jari telunjuk tangan kanan dan Waqiah : 48 jatuh pada jari tengah kanan. Perbedaan ini menjadikan reflek kita tergelitik ketika terjadi ‘penyeberangan surat’.
4. Dengan memindahkan memori hafalan pada jari-jari kita maka ‘hafalan’ kita pindahkan ‘keluar kepala’ alias ke jari-jari kita. Saya juga mempunyai banyak teman-yang menghafal dengan sistim pojok. Bila mereka lupa maka mereka harus melihat mushaf yang sama. kalau mushafnya hilang/tidak dibawa, wah jadi ribet. Tapi mereka heran melihat saya tidak selalu harus melihat mushaf yang sama ketika lupa. Saya bisa dengan leluasa melihat mushaf yang mana saja, karena memang patokannya nomor ayat, Akhirnya teman-teman yang sistim pojok mengkombinasikan sistim pojok dan sistim jari. Ide yang baik juga !.

Semoga Allah menjadikan kita hamba-hambaNya yang mencintai Al Qur’an.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar