Tak jarang khalayak manusia meletakkan ambisi merasa kurang pada suatu hal yang seharusnya mereka diperintakhkan untuk bersyukur dan puas terhadapnya. Dan tak jarang khalayak manusia meletakkan rasa puas pada suatu hal yang harusnya mereka diperintahkan untuk selalu merasa kurang terhadapnya.
Manusia bekerja untuk sebuah hal bernama materi untuk mencukupi kebutuhan hidupnya di dunia, mereka mengais rejeki, berusaha bekerja, serta mengupayakan kekayaan. Tak sedikit dari mereka bahkan rela meninggalkan amalan-amalan agamanya demi menggali duniawinya. Inilah rasa kurang yang salah dan tak berada pada tempatnya, padalah harusnya masalah duniawi itu diusahakan tanpa meninggalkan amalan agama, lalu bersyukur sebanyak-banyaknya atas semua nikmat-Nya. Dengan begitu Allah akan selalu senantiasa menambah nikmat manusia, sepertihalanya dalam Surat Ibrahim ayat 7 yang berbunyi:
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
Yang berarti:
Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".
Maka pantaslah tak salah jika banyak orang bekerja full time sampai meninggalkan agama hingga keluarga namun ia tak kunjung sukses dan tak memunculkan keindahan dalam hidupnya.
Dan sebaliknya, sangat banyak manusia yang selalu merasa puas akan amalan agama tuk akhiratnya kelak, selalu merasa cukup, selalu merasa puas akan hal tersebut. Padahal justru dalam hal akhiratlah manusia diperintahkan tuk selalu berlomba-lomba dan selalu merasa kurang sepertihalnya yang diperintahkan oleh Allah dalam Surat Al-Baqarah ayat 148 yang berbunyi:
وَلِكُلٍّ وِجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيهَا ۖ فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ ۚ أَيْنَ مَا تَكُونُوا يَأْتِ بِكُمُ اللَّهُ جَمِيعًا ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Yang berarti:
Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah (dalam membuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Maka jangan pernah salah meletakkan ambisi kurang dan rasa puas dalam kehidupan, sehingga kita semua mampu memetik buah yang manis dalam sebuah kehidupan dunia maupun akhirat kelak.
"Ambisi selalu merasa kurang ialah hanya untuk amalan kebaikan dan amalan akhirat bukan dunia ataupun materialistis. Dan rasa puas atau bersyukur ialah untuk perihal materialaistis dana dunia, yang pastinya saat kita merasa bersyukur dengan apa yang kita punya, maka Allah akan senanatiasa menambahkan nikmat-Nya kepada kita".

Tidak ada komentar:
Posting Komentar